
Exchange Student Series: Cerita Kami di Kumamoto (Dengan Beasiswa JASSO)
Tahun ini ada kabar seru dari Kumamoto dimana kami 13 mahasiswa Indonesia lagi menjalani petualangan sebagai exchange student di Kumamoto University—9 orang mahasiswa S2 dan 4 orang mahasiswa S1 dari berbagai kampus di Indonesia. Kami datang dari jurusan yang beda-beda, tapi dengan misi yang sama: belajar lebih jauh di Jepang, riset di lab-lab keren, dan pulang bawa pengalaman yang bisa dibagi ke teman-teman di tanah air.
Sebagian dari kami juga beruntung dapat beasiswa dari JASSO (Japan Student Services Organization) lewat skema Student Exchange Support Program (Scholarship for Study in Japan under Agreement). Beasiswa ini bentuknya tunjangan bulanan sekitar 80.000 yen per bulan, khusus buat mahasiswa yang ikut program exchange jangka pendek (6 bulan atau setahun) di universitas mitra di Jepang.

Di luar kampus, hidup di kota Kumamoto bikin kami belajar banyak hal non akademik antre dengan tertib, tepat waktu, jaga kebersihan, sampai sekadar menikmati konbini dan pemandangan gunung di musim yang berbeda-beda. Musim gugur dan musim dingin merupakan salah satu yang menakjubkan bagi kami. Hal-hal kecil ini pelan-pelan ngebentuk cara pandang baru tentang disiplin, kerja keras, dan cara hidup di lingkungan yang serba teratur.
Hidup sebagai Exchange Student di Kumamoto
Keseharian kami di Kumamoto cukup padat, tapi seru. Di kampus, kami ikut kuliah, duduk di lab sampai malam, nyiapin midterm dan final presentation, sambil tetap berusaha nikmatin suasana belajar di lingkungan internasional. Banyak juga yang ambil mata kuliah tambahan, termasuk kelas “Current Science and Technology in Japan” dan mata kuliah bertema lingkungan yang memang jadi bagian dari beberapa program exchange resmi di GSST Kumamoto University.
Persyaratan JASSO (Contoh: Jalur ITS)
Buat teman-teman yang penasaran, “Syaratnya JASSO apa aja sih kalau lewat kampus kayak ITS?”, berikut gambaran persyaratan ala ITS untuk program Kumamoto University Short-Term Exchange Program (postgraduate) dengan JASSO. Ini contoh nyata dari pengumuman resmi ITS untuk intake Oktober 2025:
- Harus mahasiswa aktif S2 atau S3 di ITS, dari angkatan berapa pun, dan dalam kondisi akademik yang baik.
- Wajib punya kemampuan bahasa Inggris dengan skor minimum:
- TOEFL iBT: 71
- TOEIC: 700
- IELTS: 6.0
- Berkas yang biasanya diminta:
- Formulir aplikasi program
- Surat keterangan mahasiswa aktif
- Surat rekomendasi dari dosen pembimbing
- Transkrip akademik dalam bahasa Inggris
- Sertifikat resmi kemampuan bahasa Inggris (TOEFL/TOEIC/IELTS)
- Learning Agreement (format khusus yang disediakan)
- Statement Letter sesuai format
Peran PPIJ Kumamoto Buat Kami
Di tengah semua kesibukan, PPIJ Kumamoto jadi semacam “markas besar” mahasiswa Indonesia di sini. Kami saling bantu urus hal-hal praktis (dari cara daftar kartu tinggal, beli sepeda, sampai tips hemat di supermarket), sambil tetap ngadain kegiatan bareng seperti Sports Day, Welcome dan Farewell Party, Winter Trip, dan masih banyak lagi lhoo event-event seru yang dibuat oleh PPIJ Kumamoto dan exchange student. penasaran? tunggu post selanjutnya
0 Comments