Beberapa waktu lalu ada interview nih antara salah satu mahasiswa Kumadai, dan ketua baru PPIJK, namun karena hasil videonya jelek hehe, jadi mimin tulis disini aja yaa, lesgo
1. Perkenalan & Kesibukan Akademik
Mas Ihsan: “Boleh kenalan dulu Bang Hafiz, sekarang lagi sibuk apa di Kumadai?”
Bang Hafiz: “Halo, saya Muhammad Hafiz Imaduddin. Saat ini saya adalah mahasiswa Doctoral tahun kedua (D2) di Kumamoto University. Di bawah bimbingan Ryuji Kakimoto-sensei di Policy and Disaster Management Lab, fokus riset saya adalah tentang mitigasi bencana, spesifiknya mengenai ketahanan wilayah pesisir di area perkotaan (urban coastal resilience).”
2. Motivasi Menjadi Ketua PPIJK
Mas Ihsan: “Apa sih yang sebenarnya memotivasi Bang Hafiz sampai akhirnya mau mengambil tanggung jawab sebagai Ketua PPIJK tahun ini?”
Bang Hafiz: “Sebenarnya ini berangkat dari pengalaman saya selama dua tahun terakhir yang sudah aktif di kepengurusan sebelumnya, baik di era Mas Fadil maupun Mas Ilham. Dari situ saya melihat PPIJK punya potensi besar untuk terus berkembang atau ‘naik kelas’. Saya merasa punya tanggung jawab untuk berkontribusi lebih dan membawa organisasi ini menjadi wadah yang lebih kuat bagi teman-teman Indonesia di Kumamoto.”
3. Rencana Program dan “Tiga Pilar” Utama
Mas Ihsan: “Lalu, apa saja rencana besar atau program unggulan yang bakal dibawa di kepengurusan sekarang?”
Bang Hafiz: “Ada tiga pilar utama yang ingin kami jalankan. Pertama, Networking Regional, kami ingin mempererat hubungan dengan PPI di wilayah lain, contohnya agenda kunjungan ke PPI Hiroshima di akhir Februari ini. Kedua, Language Empowerment, yaitu kelas ‘upgrade’ bahasa Jepang dengan memanfaatkan potensi internal anggota kita. Ketiga, Kolaborasi Akademik, kami berencana membuat seri webinar setelah Ramadan nanti, di mana kita akan bekerja sama dengan para peneliti BRIN yang ada di Jepang untuk diskusi riset dan kebijakan.”
4. Tentang Kolaborasi Eksternal (Tiket Olahraga)
Mas Ihsan: “Teman-teman banyak yang tanya soal akses tiket pertandingan olahraga (seperti Volters atau Roasso) yang sering kita dapatkan. Itu kedepannya gimana, Bang?”
Bang Hafiz: “Itu adalah hasil dari kerja sama jangka panjang yang sudah terjalin baik dengan pihak KIFA (Kumamoto International Foundation). Saya memastikan bahwa tim kami akan terus menjaga kepercayaan tersebut dan memberdayakan anggota untuk mengelola kemitraan ini agar manfaatnya bisa terus dirasakan oleh seluruh warga PPIJK.”
5. Pesan Penutup (Closing Statement)
Mas Ihsan: “Terakhir nih Bang, ada pesan buat teman-teman mahasiswa di Kumamoto atau mungkin refleksi pribadi tentang berorganisasi?”
Bang Hafiz: “Bagi saya, kontribusi di organisasi itu adalah sebuah self-reward. Jangan melihatnya sebagai beban, tapi sebagai kesempatan untuk mendewasakan diri, melatih kematangan berpikir, dan mengasah jiwa kepemimpinan sebelum kita nantinya benar-benar terjun kembali ke masyarakat. Saya percaya setiap proses yang kita lalui di PPIJK ini adalah investasi berharga untuk menjadi pemimpin di masa depan.”

0 Comments