Pak Walid merupakan mahasiswa doktoral dari jurusan IT dan merupakan salah satu Jasso Scholarship Awardee. Dalam kesehariannya pak Walid sering mengikuti acara International di jepang yang bisa dibilang adalah sebuah Hidden gem, penasaran kan? yuk baca
Pengalaman selama menjadi exchange student di Jepang
Jepang menjadi salah satu negara tujuan banyak orang untuk berwisata, studi lanjut, bahkan bekerja. Selain warga yang ramah, suasana yang tenang dan nyaman, juga banyak tempat bersejarah dan budaya lokal yang tetap lestari. Sebagai salah satu exchange student, kami akan berbagi sedikit cerita tentang pengalaman selama 6 bulan di Kumamoto University.
Memang benar bahwa salah satu tujuan kami mengikuti program exchange student adalah penelitian. Namun, kami juga belajar banyak hal termasuk atmosfir kehidupan di Jepang yang layak untuk dipelajari dan ditularkan ke kehidupan sehari-hari di Indonesia. Kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh komunitas lokal ada gratis dan ada juga yang berbayar, sekitar 1000-2000 yen. Kami coba jelaskan satu-per satu secara singkat gambaran kegiatan yang kami ikuti. Biasanya informasi kegiatan didapatkan langsung lewat email student.
- International Exchange Event
Kegiatan ini diadakan oleh Kurokami School District Municipal Council. Adapun kegiatan ini meliputi tea ceremony, traditional Japanese games, fureai karuta (card game), dan lunch party. Kita diajarkan bagaimana tradisi minum teh yang benar, mulai dari membuat teh, sajian kue sebelum minum teh, cara minum teh, sampai apa yang harus dilakukan setelah minum teh. Traditional Japanese games berupa membuat kerajinan kertas origami, membentuk bangunan dengan tali, membuat pesawat dari kertas, dan lain-lain. Kami juga bermain fureai karuta bersama anak-anak usia sekolah dasar, yaitu menebak huruf sesuai instruksi. Di akhir sesi, ditutup dengan lunch party. Untuk mahasiswa muslim, saat pendaftaran event ini, kita bisa menginformasikan bahwa kita tidak bisa makan makanan tertentu. Jika ternyata kita masih diberi makanan, bisa kita bawa pulang untuk menghargai pelayanan mereka.
- Kumamoto Prefecture prevention training for foreign residents
Kegiatan ini diadakan oleh NPO Sonaetoco di area Kumamoto Castle Park. Mereka mengajarkan bagaimana cara bertahan hidup dan apa yang harus dilakukan untuk meminimalisir dampak jika ada bencana alam seperti gempa. Kami diajarkan bagaimana mendesain ruangan yang aman dari kejatuhan benda-benda saat terjadi gempa, apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan saat dan setelah gempa, kontak setiap komunitas negara yang bisa dihubungi. Kami juga diberikan contoh paket tas kecil yang berisi berbagai keperluan selama fase evakuasi bencana. Sebagai penutup acara, kami diajak berkeliling Kumamoto Castle Park secara gratis. Mereka menjelaskan bagaimana dahulu kala Kumamoto Castle sempat terkena bencana gempa dan kebakaran.

- Communication Exchange in Japanese
Acara ini merupakan kerja sama antara Kumamoto islamic Center (KIC), Kumamoto International Foundation (KIF), dan Fakultas Pendidikan Kumamoto University. Dalam acara ini, mereka bercerita tentang perayaan tradisional Jepang yang menandai pergantian musim dingin ke musim semi, yaitu Mamemaki dan Fukugao. Mamemaki yaitu melempar kacang soya untuk mengusi roh jahat dan membawa keberuntungan. Namun saat ini, Mamemaki tinggal sebuat cerita dongeng dan warga Jepang tidak lagi melakukan hal tersebut. Fukugao adalah permainan membuat wajah lucu dengan mata tertutup namun mendapat instruksi dari teman dalam satu kelompok. Kegiatan ini cukup sederhana namun dapat mempererat hubungan antara warga lokal dan warga asing. Alhamdulillah, mahasiswi lokal wanita saat datang ke KIC yang merupakan basis tempat ibadah umat muslim (masjid) menggunakan hijab. Ini adalah bukti bahwa mereka menghargai kita sebagai umat muslim, dan kita juga menghargai kegiatan mereka dengan ikut berpartisipasi.
- Emergency Cooking Meet up
Kegiatan ini diselenggarakan oleh The Consorsium of Universities in Kumamoto di Kumamoto City Chuo Community Center, Lantai 3, Ruang Masak Alamat: 5-1 Kusaba-cho, Chuo Ward. Acara ini bertujuan untuk membantu peserta belajar cara memasak makanan sederhana saat terjadi bencana, seperti gempa bumi, di mana tidak ada listrik dan pasokan air terbatas. Dari kegiatan tersebut, kita juga bisa membangun jaringan sosial dan komunikasi dengan teman-teman baru melalui aktivitas memasak bersama. Karena aktivitas memasak, tentu ada sesi makan bersama. Saat mendaftar kegiatan ini, kami menginformasikan bahwa kami seorang Muslim dan ada beberapa jenis makanan yang tidak boleh kami makan. Ternyata, mereka sebagai panitia bersusah payah menyediakan beberapa bahan makanan halal dengan harapan kami juga bisa menikmati makanan tersebut, tidak hanya memasak. Padahal bahan makanan halal tentu lebih mahal dan susah dicari di negara non muslim.
- Friday English Café
Kegiatan ini diadakan setiap Jumat sore di Kumamoto University dan dihadiri oleh para mahasiswa lokal dan asing dengan tujuan belajar berbicara bahasa Inggris. Biasanya kegiatan diawali dengan presentasi sederhana dan singkat untuk memancing topik yang akan dibahas di hari itu. Kegiatan ini bersifat santai, penuh tawa, dan kita bisa datang terlambat dan pulang lebih dahulu sebelum kegiatan selesai. Misal topik yang pernah dibahas adalah Tatemae dan Honne. Tatemae adalah sebuah perilaku di mana orang Jepang menyembunyikan perasaan asli mereka di depan publik atau lawan bicara. Mereka sangat memperhatikan perasaan orang di sekeliling dan memilih merespon positif daripada menimbulkan ketidaknyamanan orang lain. Sedangkan Honne adalah kebalikan dari Tatemae, yaitu mengutarakan hal sebenarnya dan sejujur-jujurnya kepada lawan bicara agar langsung paham apa yang dimaksud. Di Jumat yang lain, topik yang dibahas adalah periode bangunan-bangunan bersejarah di Jepang. Friday English yang kami ikuti diadakan pada 27 Februari 2026, bertepatan dengan masa pensiunnya Professor Mitsuyo Kishida Sensei, Vice-Director Global Joint Education Center for Science and Technology (GJEC) Graduate School of Science and Technology (GSST), yang sangat berperan penting dalam kegiatan international exchange student.

- Komunitas Muslim di Kumamoto
Indonesia sebagai salah satu komunitas muslim terbesar di Kumamoto, mengadakan berbagai kegiatan keislaman, baik dari mahasiswa Indonesia, maupun pekerja Indonesia. Kegiatan ini meliputi sholawatan, kajian hadist atau tema tertentu yang diadakan setiap bulan, training mengurus jenazah, termasuk acara akad nikah, dan mempersiapkan acara berbuka bersama dengan satu negara menghidangkan takjil dan makanan berbuka secara bergantian setiap hari.
Dari serangkaian kegiatan ini, kita bisa saling mengenal antar sesama muslim baik pelajar dan pekerja. Tidak hanya muslim yang hadir dalam acara buka bersama, Kumamoto Islamic Center (KIC) juga dengan senang hati mengundang warga lokal Jepang untuk ikut menikmati makanan berbuka bersama.
Cukup sekian cerita singkat pengalaman kami selam menjadi exchange student di Jepang. Masih banyak cerita seru lainnya yang sayang jika dilewatkan. Mari kita explore dan manfaatkan sebaik mungkin kesempatan untuk exchange ke luar negeri, semoga nantinya banyak pengalaman dan hal positif yang bisa kita bawa ke Indonesia. Aamiin.
0 Comments