Ahad, 20 Januari 2019, Kumamoto. Hujan yang menyelimuti Kumamoto sejak tadi malam tidak menyurutkan antusiasme masyarakat Indonesia di Kumamoto untuk menghadiri acara gathering yang diadakan oleh PPIJK. Tak hanya dihadiri oleh pelajar, acara yang bertempat di Kumamoto Islamic Center (KIC) ini, juga diikuti masyarakat Indonesia dan teman-teman yang magang di Kumamoto. Gathering ini dimaksudkan untuk launching pengurus PPIJK periode 2018-2019. Meskipun dirasa lebih terlambat daripada kepengurusan tahun lalu karena beberapa alasan.

Kebetulan pada gathering ini, kami kedatangan tamu senpai dari Bandung, Pak Ahmad Taufiq, yang pernah mengambil doktoral di Kumadai pada tahun 2014. Kesempatan ini pun tidak disia-siakan oleh Anang Khunaefi selaku kepala divisi pendidikan PPIJK untuk men-daulat beliau menjadi narasumber salah satu programnya sebagai ajang sharing ilmu bernama ‘KOPI INISIATIF’.

“Kami ingin menggali banyak ilmu, tips dan trik dari para senpai, yang pastinya jauh lebih berpengalaman. Makanya, kalau ada senpai yang kebetulan mampir di Kumamoto, pasti kita ‘bajak’ untuk sharing ilmu kepada kita. Sekaligus untuk menjaga tradisi silaturahmi agar tidak terputus”, ungkap pria yang selama di Indonesia dikenal sebagai dosen Universitas Sunan Ampel tersebut

Selama hampir 90 menit, pak ahmad Taufik yang lebih akrab dengan panggilan Pak AT tersebut menyampaikan tips dan trik berharga tentang bagaimana menjalani kehidupan akademik di Kumadai maupun kehidupan sosial selama di Jepang. Salah satunya adalah tentang bagaimana menjaga hubungan baik dengan Sensei selama menjalani studi.

“Saya pernah mengalami konflik dengan sensei dengan skala ‘disaster’. Masalahnya sederhana, arah penelitian saya berbeda dengan fokus keilmuan sensei. Sampai beberapa lama saya tidak ada progress karena masalah ini. Tapi lalu saya sadar, saya tidak bisa seperti ini terus. Akhirnya, sedikit demi sedikit saya memperbaiki hubungan dengan sensei dengan cara mengakomodasi sebagian bidang sensei dalam penelitian saya.”, ujar pria yang kini tengah bekerja di Research Center for Water Resources, Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia tersebut

Selain itu Founder Geo-water Channel Indonesia ini juga mengingatkan untuk benar-benar memanfaatkan kehidupan di Kumamoto. “Disini fasilitas lab, internet, publikasi jauh lebih unggul, selain juga ‘high culture’, maka manfaatkanlah kesempatan ini sebaik-baiknya. Mumpung disini, targetkan publikasi yang bagus, karena ‘bayarannya’ cash bagi karir kita”, imbuhnya.  

Beliau juga membagi resep membuat publikasi yang bagus diantaranya, menggabungkan 2 sophisticated method yang sudah ada, lalu submit ke jurnal yang berbeda dari method-method tersebut. “Diluar itu semua, jangan lupa untuk enjoy selama di Kumamoto, terutama bagi yang berkeluarga, hehe…”, pungkasnya.

(Anang Khunaefi)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *