P_20160217_113311[1]

Hal-Hal ‘Asing’ yang Lumrah ada di Jepang (1)

Teman-teman semua, kali ini website PPIJK membahas hal-hal asing yang bisa asing di Indonesia tetapi lumrah alias biasa di Jepang. Karena hal-hal yang kami adalah berdasarkan pengalaman langsung kami, maka tentu khususnya hal-hal ini adalah apa yang kami-kami ini lihat khususnya di seputar Kumamoto.

Kesetaraan Gender di Sekolah

Satu hal yang sangat unik di Jepang adalah kesetaraan gender disini mencapai sebuah level yang mungkin aneh bagi kita. Disini banyak kompetisi yang kelasnya amatir tentunya atau intern kampus yang tidak memisahkan antara laki-laki dan perempuan. Jadinya seperti apa? Jadinya apabila ada kompetisi badminton, kompetisi sepakbola atau basket atau olahraga lain antar lab, laki-laki maupun perempuan bisa menjadi 1 tim. Jadi jangan heran kalau melihat pertandingan olahraga mempertandingkan laki-laki melawan wanita. Hal ini juga berlaku di tingkat sekolah, tidak hanya di kampus.

Banyaknya Wanita yang Mengemudi

Pengemudi disini maksudnya adalah pengemudi mobil pribadi, bukan kendaraan umum. Pengemudi kendaraan umum kebanyakan alias mungkin 99% adalah laki-laki, tetapi untuk kendaraan pribadi banyak wanita Jepang yang menyetir, dan bukan hal aneh melihat justru yang wanita mengemudi dan suaminya yang duduk santai di dalam mobil dimana ini hal yang tidak lumrah kita temui di Indonesia, kabarnya sih ini bentuk pelayanan dari wanita Jepang kepada suaminya.

Petugas Berusia Lanjut

Petugas-petugas kebersihan, keamanan di Jepang banyak yang berusia lanjut. Walaupun berusia lanjut rata-rata mereka masih terlihat segar untuk bekerja. Hal ini tentu didorong oleh beberapa hal. Pertama adalah keinginan mereka bekerja memang tinggi, walaupun mereka juga sebenernya mendapatkan tunjangan pensiun dari pemerintah Jepang tetapi ini tidak menyurutkan keinginan untuk bekerja. Alasan kedua adalah pertumbuhan penduduk yang kecil membuat Jepang terus kehilangan penduduk usia produktif. Dan Alasan ketiga adalah keengganan anak-anak muda Jepang untuk melakukan pekerjaan kasar.

Kebiasaan Tidak Mandi Pagi

Orang-orang Jepang biasanya hanya mandi 1 kali yaitu pada malam hari. Pagi hari mereka biasanya hanya mencuci muka dan menggosok gigi saja, itupun terkadang bukan dilakukan di rumah tetapi malah di lakukan di kampus atau di tempat kerja. Untuk menutupi bau mulut di pagi hari ketika berangkat kerja atau kuliah banyak yang menggunakan masker. Malam hari sepulang kerja biasanya orang-orang Jepang sangat menyukai berendam air panas sebelum tidur.

Kendaraan Parkir di luar Rumah

Di Jepang orang-orang tidaklah seperti di Indonesia yang harus menyiapkan garasi dengan keamanan ekstra agar kendaraannya tidak hilang. Di Jepang mobil, motor maupun sepeda biasa diparkir diluar rumah, padahal kebanyakan rumah mereka tidaklah berpagar. Tidak hanya sampai disitu saja, banyaknya rumah-rumah atau apato yang tidak memiliki lahan parkir membuat orang-orang harus sewa parkir bulanan di tempat yang biasanya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal mereka. tempat-tempat parkir bulanan ini pun berada di area terbuka seperti tanah kosong yang biasanya sudah diberi garis batas untuk setiap mobil.

Sepeda Berjalan di Trotoar

Di Indonesia sepeda biasanya berjalan di jalan umum biasa, sedangkan di Jepang sepeda harus berjalan di jalurnya sendiri. Jalur sepeda biasanya berada paling pinggir kiri di area jalan raya, tetapi diperkenankan pula untuk sepeda berjalan di trotoar. Selain itu rambu yang harus diikuti oleh sepeda pun bukanlah rambu untuk mobil/motor melainkan mengikuti rambu untuk pejalan kaki.

Penampilan yang Menipu

Di Indonesia rasanya kita bisa dengan cukup mudah mengetahui seseorang itu kaya atau tidak, terpandang atau tidak hanya dari pakaiannya saja. Di Jepang itu tidaklah mudah, kebanyakan orang tetap akan berusaha tampil baik di Jepang. Bisa jadi 2 orang yang keliatannya teman akrab, memiliki style yang sama bagusnya tetapi salah satu adalah orang kaya yang kemana-mana membawa mobil bagus sedangkan yang lain untuk memenuhi uang sakunya dia harus bekerja paruh waktu.

Selain soal kekayaan kita juga nggak bisa membedakan orang yang pro olahraga tertentu dengan yang sekedar hobby dari pakaiannya. Banyak disini orang yang hanya sekedar hobby tetapi tidak tanggung-tanggung dalam kepemilikan peralatan olahraganya, termasuk pakaian yang digunakannya pun bisa terlihat menipu.


Segitu dulu nih untuk edisi pertama kita, nantikan edisi-edisi berikutnya ya!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *