Visitors

[Sore wa dame da!] Hal-hal yang Gak Boleh saat Liburan di Jepang (1)

Terinspirasi acaranya Radio PPI Jepang yaitu Soredame, kali ini kita akan mulai mengulas hal-hal yang Dame alias Nggak Boleh dilakukan di Jepang di [Sore wa dame da!]. Kita mulai pembahasan yang pertama tentang apa aja yang jangan dilakukan di Jepang ketika liburan:

  • Dilarang gak bawa uang: Pastikan anda memiliki uang yang jumlahnya cukup ketika datang ke Jepang, ketika anda memasuki Jepang biasanya di pesawat sudah dikasih form yang menanyakan jumlah uang yang dibawa, walaupun sering kali oleh petugas imigrasi tidak dicek jumlah aslinya tetapi klo mengisi jumlah yang terlalu kecil bisa jadi pihak imigrasi tidak mengijinkan teman-teman masuk lho walaupun punya visa. Teman-teman bisa juga menarik uang Yen menggunakan Kartu ATM Indonesia dari Mesin ATM di Jepang seperti ATM Sevel (7/11) Bank bagi yang butuh tambahan dana. Sudah terbukti beberapa Bank seperti Mandiri, BNI, BCA bisa menarik dana dari Sevel Bank. Kurs yang digunakan adalah kurs jual beli BI, sedangkan biaya sekali menarik uang adalah 25.000 rupiah.
  • Dilarang berperilaku tidak tertib: perilaku tertib di Jepang harus dilakukan mulai teman-teman tiba di Bandara. Harus tertib, mengantri dengan teratur, tidak boleh mengganggu orang lain, dilarang bawa barang mencurigakan, dll. Catat baik-baik: banyak orang yang dipulangkan oleh pihak Imigrasi di Bandara di Jepang hanya karena tidak tertib. Visa, tiket hotel, tiket perjalanan yang dah teman-teman beli tidaklah menjadi jaminan teman-teman bisa masuk Jepang. Logikanya.. klo tertib pas masuk bandara aja gak bisa.. apalagi klo diijinkan masuk Jepang.. Setelah bisa memasuki Jepang pun budaya tertib tetap harus dijaga ya!!
  • Dilarang terobos antrian: ada hal-hal yang harus teman-teman pahami mengenai budaya tertib di Jepang yang mungkin sudah umum seperti: Wajib antri ketika beli tiket, beli makan, masuk kendaraan umum, dll. Ketika ingin masuk kereta selalu biasakan persilakan yang mau turun untuk turun semua dulu, baru yang akan naik masuk kemudian. Kemudian penggunaan eskalator dimana kebanyakan sisi kiri untuk yang hanya berdiri, sedangkan sisi kanan untuk yang berjalan cepat, kecuali di area Kansai yang berlaku sebaliknya.
  • Dilarang seenaknya di tempat wisata: Banyak tempat wisata yang tidak mengijinkan ini itu demi kelestarian tempat maupun kenyamanan pengunjung misal dilarang memetik bunga yang masih di pohon, terutama sakura yang sering jadi korban tangan-tangan jahil. Kalau teman-teman ingin membawa pulang sakura, ambillah yang sudah jatuh saja. Dilarang memasuki kawasan tertentu, dilarang merusak properti tempat wisata, bahkan di beberapa tempat dilarang berfoto pake tongsis juga, awas perhatikan ya.
  • Dilarang foto sembarangan: Ini hal yang sering kita melupakannya, tidak sekedar berfoto dengan tongsis saja yg sering kali gak boleh. Di museum-musem banyak benda-benda yang tidak boleh difoto, ada yang melarang penggunaan blitz, selain itu memotret orang sembarangan untuk kemudian diupload pun nggak boleh, kecuali foto orang yang memang oleh pengelola wisatanya disiapkan untuk objek foto kemudian foto keramaian secara umum yang kebetulan orang-orang ada disitu biasanya tidak ada masalah. Ingat hargai privasi orang lain. Di kendaraan umum juga gak boleh foto-foto yang berpotensi mengganggu orang lain. Nggak boleh juga ya berpose yang berpotensi merusak properti atau mengganggu ketertiban umum untuk mendapatkan hasil foto yang bagus.

Nantikan edisi berikutnya soal apa-apa aja sih yang nggak boleh dilakukan di Jepang!!! Edisi Kedua bisa disimak disini: Edisi ke-2 Sore wa dame da

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *