ban bocor

Tambal Ban Story, Susahnya klo Ban Sepeda Bocor di Jepang

Sepeda merupakan alat transportasi utama bagi masyarakat Indonesia khususnya pelajar yang sedang menempuh studi di Kumamoto. Alasan utama para pelajar Indonesia lebih memilih bersepeda tentu karena selain dapat menghemat ongkos, juga karena harga beli dan biaya perawatan yang relatif murah. Sebagai informasi, ongkos naik bis dari kaikan (Kumamoto University International House) ke kampus, sekali jalan 150 yen atau 180 yen. Sepeda urban dengan fitur standard dapat dibeli mulai harga 12.000 yen, sedangkan yang sudah dilengkapi gear dapat ditebus mulai dari harga 17.000 yen. Jika ingin lebih murah lagi, kita bisa membeli sepeda bekas mulai harga 5.000 yen.

Nah, sekarang urusan perawatan, masalah yang sering muncul terkait pemakaian sepeda adalah ban kempis (menurut KBBI, bukan kempes ya…) dan ban bocor. Untuk ban kempis, tidak terlalu menjadi kendala. Karena walau jumlah bengkel sepeda tidak banyak, di kaikan, Kumamoto Masjid dan beberapa apato(apartment), sering saya temui pompa yang dapat digunakan.  Untuk ban bocor, ada beberapa penyebab, seperti pentil yang rusak atau ban dalam yang bocor.

Pengalaman pribadi saya saat pertama kali mengunjungi bengkel (sebenarnya bengkel motor), saya sampaikan pada mekanik disana bahwa sepeda saya bocor, sudah saya coba pompa namun bocor kembali. Setelah meminta waktu sekitar 3 jam, saya bisa mengambil sepeda saya. Ternyata permasalahannya adalah pada pentil, pentil ban sepeda saya rusak dan harus diganti. Untuk sekedar ganti pentil saja, dikenakan biaya 1200 yen. Bengkel tsb berlokasi di samping kombini (convenient store) Popura,

Selang beberapa bulan, sepeda saya kembali bocor. Saya kembali ke bengkel yang sama, tanpa tanya penyebabnya lagi, saya dikenakan biaya yang sama untuk perbaikan ban saya, 1200 yen. Beberapa minggu kemudian, ban sepeda saya kembali bocor. Dengan bantuan 2 orang senpai, kami berusaha memperbaikinya. Senpai saya memiliki peralatan perbaikan yang cukup lengkap. Setelah membongkar ban dalam dengan susah payah, saya temui ban dalam yang bocor. Karena saya sudah membeli ban baru dengan ukuran yang sama, akhirnya saya dibantu 2 orang senpai memasang ban baru tsb. Alhamdulillah sepeda saya bisa digunakan kembali.

Masalah kembali muncul setelah selang beberapa minggu, ban sepeda  saya kembali kempis. Sudah dipompa beberapa kali, ban sepeda saya tetap tidak dapat berfungsi dengan baik. Akhirnya kali ini saya menyerah dan membawanya ke bengkel sepeda tempat dimana saya membeli sepeda tsb. Nama toko sepeda tersebut Kagawa, layaknya bengkel sepeda motor resmi di Indonesia, saya harus mengisi form terlebih dahulu, lalu sepeda akan dicek oleh mekanik dan akan diberitahukan perkiraan biaya dan kapan harus sepeda bisa diambil. Setelah ditelusuri, ternyata penyebab sepeda saya sering bocor karena terdapat ban luar sepeda yang sudah sobek. Untuk mengganti ban dalam, ban luar dan ongkos perbaikan, saya dikenakan biaya 5000 yen.

Jadi, selama saya memakai sepeda sejak beli baru hingga hari ini, sekitar 8 bulan, biaya operasional yang sudah saya keluarkan untuk perawatan sepedaa sbb: perbaikan I (1200 yen), perbaikan II (1200 yen), beli ban baru dan pasang sendiri (900 yen), dan perbaikan IV (5000 yen), total sekitar 8300 yen. Semoga setelah ini ban sepeda saya awet dan tidak bermasalah lagi 🙂

Beberapa tips sederhana dalam merawat sepeda sbb:

  1. Ban cukup angin (tidak kempis) saat digunakan.
  2. Memberi pelumas pada rantai dan gear.
  3. Mengganti pentil karet dengan pentil logam, bisa dibeli di Daisho.
  4. Sediakan ban dalam cadangan sesuai ukuran.
  5. Bersepeda dengan santai.

Terima kasih kepada Senpai BS dan Senpai HS yang sudah membantu saya mengganti ban dalam. Rawat selalu sepeda teman-teman ya terutama yang di Jepang, karena disini ongkos perbaikan mahal, bukan hanya ongkos onderdilnya saja yg mahal tetapi juga biaya jasanya juga tinggi. Disini juga terasa pentingnya belajar bahasa Jepang karena kadang menjelaskan masalah di sepeda dan juga mendengarkan penjelasan mekaniknya butuh usaha ekstra. Bagi teman-teman di Kumamoto yang pengen memperbaiki sepeda sendiri, PPIJ Kumamoto memiliki peralatan yang bisa dipinjam, silakan hubungi pengurus PPIJ Kumamoto. (Bhady)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *