sama

“Our First Impressions of Kumamoto” By Indonesian Community

Kali ini artikel web PPIJK kembali hadir dengan topik sedikit berbeda, kami hadirkan kumpulan singkat kesan pertama, pengalaman pertama, yang menarik, yang lucu, yang dirasakan sendiri oleh para mahasiswa dan warga Indonesia yang tinggal di Kumamoto ketika mereka menjalani hari-hari pertama mereka di Kumamoto dan juga di Jepang Edisi Ke-1 (moga aja ada Edisi Ke-2 dan seterusnya). Karena banyak yang malu namanya disebut jadi ini anonim semua ya:

“Pejalan kaki adalah raja.. wakilnya pengendara sepeda.. pengendara motor dan mobil rakyat-rakyatnya.. tapi jangan sekali kali ngelawan kereta..” True Story #pantunjenaka

“Hari ke-3 di Kumamoto, hari ini akhirnya pertamakalinya dengar suara klakson kendaraan bermotor, what a peaceful city” #kotanandamai

“Kok disini cowok cowok pada gak malu ya pake sepeda mini?” Setelah melihat banyak penduduk jepang bersliweran pake sepeda mini, laki-laki maupun perempuan.. ket: sepeda mini=sepeda yang ada keranjang di depannya #fungsidiatasgengsi

“kanji.. kanji.. kanji everywhere.. Japanese language everywhere.. any Japanese who can speak English? Please help me” Ratapan yang datang dengan modal bahasa Jepang pas-pasan.. #nihonggoobenkyoushitekudasai

“Google translate, begitu kami menyebut aplikasi yang sangat berjasa ini.. Engkau bisa menyambungkan kami yang tidak bisa bahasa Jepang dengan Tutor kami yang tidak bisa bahasa Inggris apalagi bahasa Indonesia.. terharu…” #makasihmbah

“baru kali ini ngelihat tempat dimana yang pake mobil dan sepeda lebih banyak daripada yg pake motor” #begitutakjub

“sebelum datang ke Jepang, yang diputuskan bermodalkan nekat tanpa kemampuan bahasa jepang mumpuni, saya sedikit sedikit mulai belajar bahasa jepang. Saya berangkat ke Jepang dengan modal percaya diri tinggi, sampai Jepang ternyata.. ZONK!! mendengar orang orang Jepang bicara gak ngerti apa-apa (padahal salah saya sendiri belajar setengah setengah).. Syukurlah ada kalian Indonesian Community T_T….” #jangantakutkesiniIndonesiancommunitysiapmenyambut

“Yang paling saya syukuri, Alhamdulillah masjid dekat kampus (Kampus Kurokami, Kumamoto University), di Kumamoto prefecture, hanya ada 1 masjid, dan itu dekat dengan kampus.” #KIC

“Pelayanan administrasinya mantap.. ketinggalan koper pas di Singapura, dengan sigap dilayani pihak bandara. Pihak Internasional house pun juga sigap membantu menghubungi pihak bandara agar masalah ini dapat selesai dengan baik.. dan hanya dalam 2 hari Alhamdulillah masalah selesai”#tetepharuslebihhatihati

“Bermodal nekat dan google maps, serombongan pesepeda dr Indonesia yg baru ja tau Kumamoto ni menuju 2nd street dari arah KCIC.. walhasil nyasarlah kami.. syukurlah seorang anak SMA mau menunjukkan arah, dan disaat kami kebingungan kembali, tiba-tiba dia yg awalnya sudah jauh meninggalkan kami dengan sepedanya, kembali lagi untuk kemudian mengantarkan kami ke 2nd Street.. Salut!!” #totalitas!!

“Syukurlah disini setiap Konbini (convenience store) ada free wifi.. lumayan bagi kami para fakir wifi yang enggan berlangganan paket internet buat HP coz pengen ngirit ini..” curhat seorang mahasiswa exchange.. #nicetips

“Penduduk Jepang walaupun kadang cuek ternyata baik-baik!! pengalaman saya, walaupun tidak mengerti bahasa Inggris ketika kami menanyakan sesuatu, mereka tetap dengan seksama memperhatikan kami dan ‘membaca’ apa yg kira-kira kami ingin sampaikan/tanyakan” #nyasardinegeriorang

“Ya Allah biasanya tinggal jadiin satu, ini kok ya harus dipisah-pisahin, nggak kaya Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika” Curhat ngawur mahasiswa yang bingung misahin jenis sampah buat dibuang.. #demikbaikankitajuga

“dateng tanpa bawa perlengkapan memadai.. alhamdulillah masih dapat barang-barang warisan dari senpai yang dah selesai.. terimakasih banyak senpai senpai semua.. walaupun belum pernah bertemu tapi jasamu sungguh besar” #tradisiwarisan

“masukin uang 500 Yen di mesin samping sopir bus.. ambil semua uang yang dikeluarin trus langsung cabut.. dipanggil panggil ma supir karena belum bayar.. ternyata salah paham, dikira seperti vending mesin yg ngeluarin kembalian.. ternyata itu cuma buat nuker uang dan setelah itu tetep bayar seperti biasa” #bingungdinegeriorang

“Lupa narik karcis bus yg menandakan nomer halte pas naik ketika masuk di bus karena belum terbiasa.. pas mau bayar dianggap naiknya dari halte pertama bus berangkat.. untungnya gak terlalu jauh halte pertama dengan halte pas naik… kalau jauh bisa tekor” #bingungdinegeriorang2

“Kumamoto, Kota yang mau kemana-mana bisa pake sepeda.. Pokoknya dari awalnya pas dapat info beasiswa mikir ‘Dimana itu Kumamoto’ berubah jadi ‘I Love Kumamoto’ deh!!” #lovekumamoto

(Indonesian Community/ds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *